Sabtu, 13 November 2010

Teori-teori Kekerasan Sosiologi

a. Teori Faktor Individual
Menurut beberapa ahli, setiap perilau kelompok, termasuk kekerasan, huru-hara, dan terorisme, selalu berawal dari perilaku individual (perorangan). Menurut teori ini, perilaku kekerasan yang dilakukan oleh individu adalah agresivitas yang dilakukan oleh individu secara sendirian, baik secara spontan (tidak disengaja) maupun direncanakan (disengaja), dan perilaku kekerasan yang duilakukan bersama orang lain. Termasuk dalam perilaku kekerasan atau agresif yang dilakukan bersama ini adalah perkelahian antargeng, kekuasaan missal, tororiesme, perang saudara, perang antarnegara, dan lain-lain.
Faktor penyebab dari perilaku kekerasan ini, selain factor-faktor pribadi seperti kelainan jiwa dan oerngaruh obat bius, juga disebabkan oleh faktor0faktor sosial, seperti:
1) Konflik rumah tangga,
2) Faktor territorial
3) Faktor budaya, dan
4) Faktor media massa
Jika kita amati, misalnya kerusuhan dalam sebuah pertandingan sepakbola, sangatlah mungkin berasal dari factor individual.
b. Teori Faktor Kelompok
Banyaknya ahli yang kurang sepakat dengan teori faktor individu sehingga muncullah kelompok ahli yanh mengemukakan pandangan lain, yaitu individu memnbentuk kelompok dan tiap-tiap kelompok memiliki identiras kelompok. Identitas kelompok yang seri ng dijadikan alasan pemicu kerusuhan adalah identitas rasial atau etnik.
Misalnya dalam pertandungan sepakbola yang berakhir dengan kekerasan, biasanya pihak-pihak supporter digerakkan oleh perbedaan tenik atau bahkan rasial. Contoh lainnya, kekerasan antara penduduk kulit hitam dan kulit putih di Australia dan Amerika, kekerasan antara penduduk Palestina dan tentara Israel. Konflik-konflik rasial di atas bermuara pada masalah lainnya, yaitu ketidakadilan, minoritas-mayoritas, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar